Sejak ratusan tahun Sebelum Masehi bangsa Romawi sudah mengenal khasiat mandi, baik mandi susu maupun berendam di kolam air bersih
Air adalah nikmat dan karunia Allah yang luar biasa bagi umat manusia. Dengan mengutip Al-Qur’an. Surah Al-Anbiya (21) ayat 30, yang kira-kira maksudnya: “Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup”. Kemudian di dalam Surah Ibrahim (14), ayat 32 Allah berfirman dengan maksudnya kira-kira:
“Allah lah yang telah menciptakan langit dan bumi serta menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendakNya, dan dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai”.
Air dan kehidupan
Sesungguhnya, makhluk hidup itu terdiri dari sel-sel yang sangat kecil namun mempunyai struktur yang luar biasa lengkap dan sistim energi yang sempurna. 65% Sampai 70% struktur sel terdiri dari air, sehingga, dapat dikatakan 70% tubuh manusia dewasa adalah air.
Dari sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk kelanjutan kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organik untuk melakukan replikasi. Semua makhluk hidup diketahui memiliki ketergantungan terhadap air.
Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi (pernafasan sel). Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan digunakan untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara.
Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi. Jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas, suhu, kelembaban, dan beberapa faktor lainnya. Selain dari air minum, manusia mendapatkan cairan dari makanan dan minuman lain selain air.
Umumnya, manusia dewasa sehat membutuhkan 8–10 gelas (sekitar dua liter) per hari. Beberapa jenis penyakit, membatasi asupan air kedalam tubuh, seperti gagal ginjal dan gagal jantung yang berat.
Kimiawi air
Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan mengalirinya arus listrik. Proses ini disebut elektrolisis air. Pada katoda, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidrokida (OH-).
Sementara itu pada anoda, dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkan elektron ke katoda. Ion H+ dan OH- mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air. Reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut. 2H2O(cair) --> 2H(gas) + O2 (gas)
Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung pada elektroda dan dapat dikumpulkan. Prinsip ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrogen dan hidrogen peroksida (H2O2) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan hidrogen.
Air adalah pelarut yang kuat, melarutkan banyak jenis zat kimia. Zat-zat yang bercampur dan larut dengan baik dalam air (misalnya garam-garam) disebut sebagai zat-zat "hidrofilik" (mudah larut dalam air), dan zat-zat yang tidak mudah tercampur dengan air (misalnya lemak dan minyak), disebut sebagai zat-zat "hidrofobik" (sulit larut dalam air).
Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gaya tarik-menarik antar molekul air, molekul-molekul zat tersebut tidak larut dan akan mengendap dalam air.
Daya sembuh air
Profesor Masaru Emoto, seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang pada tahun 2003 melalui penelitiannya mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Melalui pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto kristal air yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia, Emoto menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia di sekelilingnya, yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen,
Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi "indah" dan "mengagumkan" apabila mendapat reaksi positif di sekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun partikel kristal air terlihat menjadi "buruk" dan "tidak sedap dipandang mata" apabila mendapat efek negatif di sekitarnya, seperti kesedihan dan bencana.
Lebih dari dua ribu buah foto kristal air terdapat di dalam buku Message from Water (Pesan dari Air) yang dikarangnya sebagai pembuktian kesimpulannya sehingga hal ini berpeluang menjadi suatu terobosan dalam meyakini keajaiban alam. Emoto menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-doa dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut.
Terapi air
Pasien yang paling lama menderita sakit menurut Al-Qur’an adalah Nabi Ayyub AS. Diriwayatkan, lebih dari tujuh tahun beliau terbaring sakit tanpa dapat berbuat sesuatu, selain berzikir mengingat Allah.
Penderitaan yang dialami Nabi Ayyub AS membuat istrinya pergi meninggalkannya. Padahal, istrinya termasuk orang yang taat, salehah, dan senantiasa berbakti kepada Nabi Ayyub. Namun, karena godaan setan dan caci maki serta penghinaan yang dilontarkan para tetangganya, istrinya pun meninggalkan Ayyub.
Sepeninggal istrinya, Ayyub hidup dalam kesendirian. Ia senantiasa sabar dan memohon petunjuk kepada Allah agar segera diberikan kesembuhan. Do’anya dikabulkan Allah. Allah memerintahkan Ayyub agar menghentakkan kakinya ke bumi sehingga air keluar. Dengan air itu, ia mandi dan minum. Kisah ini termaktub dalam Al-Qur’an Surah Shad (38), ayat 42 – 43:
“Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya : ‘Sesungguhnya aku telah diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan. Allah berfirman: ‘Hentakkanlah kakimu! Inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum’. Dan Kami anugerahi dia dengan mengumpulkan kembali keluarganya, dan Kami tambahkan kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran”.
Muhammad Musthafa al-Maraghi dalam tafsirnya Al-Maraghi menjelaskan, pengertian air di sini menunjukkan bahwa mata air yang mengandung unsur medis sehingga menjadi penyembuhan penyakit tersebut.
Pada hakikatnya, air senantiasa memberi faedah bagi pengobatan lahiriyah dan dapat memberi manfaat penyembuhan dengan cara diminum. Sebagaimana diketahui, di sejumlah negara Eropa, Mesir, dan lainnya, air dipergunakan sebagai media penyembuhan untuk penyakit kulit dan juga penyakit batiniyah. Bahkan, pengobatan air ini kini telah menjalar ke seluruh pejuru dunia. Banyak orang memanfaatkan Spa (Sante Per Aqua) untuk media pengobatan.
Bahkan, sejak ratusan tahun Sebelum Masehi (SM), bangsa Romawi sudah mengenal khasiat mandi, baik mandi susu maupun berendam di kolam air bersih yang dilengkapi pancuran dan wewangian. Tujuannya agar tubuh menjadi bersih, sehat, dan wangi.
Menurut para peneliti trombosis yang berbasis di London, Inggris, jika orang selalu mandi dengan air dingin, peredaran darahnya akan membaik dan membuat tubuh menjadi terasa lebih segar dan bugar. Ditambahkan lagi, mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh dan meningkatkan daya tahan seseorang terhadap serangan virus.
Fakta medis tentang air
Pertama, pasien yang kekurangan air akibat muntah atau mencret akan mengalami dehidrasi dan memerlukan air dan elektrolit untuk mengatasinya. Kedua, pasien demam, membutuhkan air lebih banyak agar metabolisme dapat berjalan dengan baik, dan memerlukan kompres dengan air. Pasien demam juga tidak dilarang untuk mandi.
Ketiga, balance cairan sangat menentukan pada pasien-pasien dengan kondisi kritis yang dirawat di ruang rawat intensif (ICU).
Keempat, obat batuk untuk mengencerkan dahak yang terbaik adalah air, yang berfungsi sebagai mukolitik. Kelima, kebanyakan zat pelarut dan bahan campuran obat adalah air.